Semua rujukan
Kemenag RI · Tanya jawab fikih

Ojek Online Pria Membonceng Perempuan Bukan Mahram, Bolehkah?

Tanya jawab Kemenag membolehkan interaksi pekerjaan antara pengemudi ojek pria dan penumpang perempuan bukan mahram dalam batas muamalah, dengan menjaga diri dari khalwat dan fitnah. Artikel memakai Abu Syuja', at-Taqrib halaman 31 tentang pandangan untuk keperluan muamalah, al-Majmu' jilid IV halaman 350 tentang percampuran tanpa khalwat, dan al-Mausu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah jilid XL halaman 372. Penerapan pada ojek daring merupakan penjelasan artikel, bukan contoh teknologi yang disebut kitab klasik. Kebolehan layanan transportasi tidak menjadi izin pandangan tanpa kebutuhan, pelecehan, atau mengabaikan keselamatan dan batas pergaulan.

#ojek online#ojol#boncengan#nonmahram#muamalah#khalwat#abu syuja

Ringkasan diperiksa pada 29 Oktober 2026. Ini ringkasan terkurasi, bukan salinan lengkap dokumen atau fatwa baru dari gus.ai.id.