Semua rujukan
Kemenag RI · Tanya jawab fikih

Mencicipi Makanan, Batalkah Puasa Saya?

Tanya jawab Kemenag membedakan mencicipi makanan dari menelannya saat puasa. Dalam kebutuhan memasak atau menyiapkan makanan, mencicipi sedikit tidak membatalkan puasa selama tidak ada wujud makanan yang tertelan dan sisa yang dapat dibuang dikeluarkan. Sekadar rasa dibedakan dari benda makanan. Artikel menukil Salim bin Sumair, Safinatun Najah halaman 114, Hasyiyah al-Bujairimi jilid I halaman 249, riwayat Ibnu Abbas dalam Mushannaf Ibni Abi Syaibah jilid II halaman 304, dan asy-Syarqawi dalam hasyiyahnya atas Tuhfatuth Thullab. Tanpa kebutuhan, sumber menilainya makruh karena risiko tertelan. Kebolehan mencicipi bukan izin makan sedikit dengan sengaja.

#puasa#mencicipi#makanan#juru masak#rasa#tertelan#syarqawi#bujairimi

Ringkasan diperiksa pada 29 Oktober 2026. Ini ringkasan terkurasi, bukan salinan lengkap dokumen atau fatwa baru dari gus.ai.id.